MEETING MATERIALS IV CONVENTION BUSINESS SERVICES MICE
(MEETING, CONFERENCE & CONVENTION)
( Download PDF )
Pengertian Konvensi
Dilihat dari dari arti katanya “Convention atau konvensi” adalah kata benda yang mempunyai arti jamak antara lain dapat diartikan sebagai “rapat / pertemuan” atau “adat / kebiasaan / hukum tak tertulis” atau “perjanjian / persetujuan” atau “kaidah / ketentuan”.
Dalam blog nelhood dikatakan bahwa Konvensi adalah pertemuan sekelompok orang yang secara bersama-sama bertukar pikiran, pengalaman dan informasi melalui pembicaraan terbuka, saling siap untuk mendengar dan didengar serta mempelajari, mendiskusikan kemudian menyimpulkan topik-topikyang dibahas dalam pertemuan dimaksud. Kelompok ini bisa terdiri dari 10 orang atau lebih..
Sedangkan Direktorat Jenderal Pariwisata dalam buku Petunjuk Penyelenggaraan Konvensi di Indonesia 1997 - 1998 mengartikan konvensi adalah suatu rangkaian kegiatan berkumpulnya sekelompok orang / negarawan / usahawan / cendikiawan / kalangan profesional dalam suatu pertemuan di suatu tempat yang terkondisikan oleh suatu permasalahan dan pembahasan yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Adapun arti konvensi menurut UU Kepariwisataan RI dikatakan bahwa kongres, konferensi, atau konvensi merupakan suatu kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan, dan sebagainya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Definisi Umum Konvensi :
- Suatu komunikasi terencana diantara dua orang atau lebih untuk tujuan bersama.
- Suatu kegiatan sekelompok orang di dalam suatu organisasi dilaksanakan untuk mencapai tujuan kelompok atau organisasi.
- Suatu kegiatan perjalanan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk para karyawannya/mitra usaha sebagai imbalan penghargaan atas prestasi mereka Kegiatan berupa pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, dsbnya) untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
- Suatu kegiatan menyebar luaskan informasi dan promosi yang ada hubungannya dengan penyelenggaaan konvensi atau yang ada kaitannya dengan pariwisata.
Menurut penjelasan dari The Educational Institute of the American Hotel and Motel Association, Meeting terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
- Break-out Session, adalah kelompok kecil yang dibentuk daridari sidang besar dengan maksud untuk membahas suatutopik.
- Clinic, adalah sejenis lokakarya dimana stafnya menyediakankelompok kecil untuk dilatih dalam suatu subjek tertentu.
- Colloqium, adalah sebuah acara dimana peserta yangmenentukan isi acara. Para pemimpin pertemuan membuatacara yang berkaitan dengan masalah-masalah yang palingsering muncul. Biasanya mempunyai tekanan yang seimbangdalam instruksi dan diskusi.
- Concurrent Sessions, adalah sidang-sidang yang dijadwalkan pada waktu yang bersamaan.
- Conference, biasanya merupakan sidang umum dan diikutioleh kelompok-kelompok yang saling berhadapan, dengantujuan untuk merencanakan, mencari fakta dan mencari pemecahan atas masalah organisasi dan anggotanya.
- Congress, adalah jenis pertemuan yang umumnya digunakandi Eropa, paling sering digunakan untuk sebuah konvensi.
- Convention, merupakan sidang umum dan pertemuan komiteuntuk memecahkan masalah-masalah umum; sebagai bentuk tradisional dari pertemuan tahunan (annual meetings).
- Forum, merupakan sebuah diskusi beregu yang terdiri dari para ahli pada bidang tertentu dimana menyediakankesempatan bagi peserta untuk berpartisipasi, dipandu olehseorang moderator.
- Institute, merupakan sidang umum dan kelompok diskusiuntuk beberapa materi tertentu, biasanya merupakan pengganti pendidikan formal dimana para staf menyediakan program pelatihan.
- Lecture, sebuah presentasi formal yang dilakukan olehseorang ahli, terkadang diikuti oleh sesi tanya jawab.
- Plenary Session, bentuk pertemuan bagi semua peserta.
- Seminar, bentuk pertemuan dari suatu kelompok untuk berbagi pegalaman dalam suatu bidang tertentu, dibawah pimpinan diskusi yang ahli.
- Symposium, bentuk pertemuan dengan diskusi beregu/paneloleh para ahli dalam bidangnya, yang diberikan kepada peserta dalam jumlah besar, bentuk partisipasi peserta lebihkecil dari sebuah forum.
- Workshop,bentuk sidang umum yang melibatkan pesertauntuk saling berbagi pengalaman, memperoleh pengetahuan,keahlian,dan memecahkan masalah diantara bidang tertentu.
Sifat Konvensi :
- Konvensi Lokal, Pertemuan ini bersifat lokal dan diselenggarakan oleh kelompok kecil yang potensial, mungkin saja bersifat mandiri yang mempunyai organisasi dengan pedoman kerja (AD/ART).
- Konvensi Daerah, Konvensi yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah daerah atau organisasi swasta daerah yang mandiri dengan pedoman kerja (AD/ART) yang kegiatannya ditujukan untuk memajukan daerah setempat.
- Konvensi Nasional, Melibatkan para peserta dan penyelenggara pada skala nasional.
- Konvensi Regional, Kegiatan ini bisa saja dilakukan oleh pemerintah, atau oleh swasta atau kerjasama kedua belah pihak. Karena cakupannya lebih luas, sehingga jenis konvensi ini memberikan dampak yang lebih besar bagi penyelenggara maupun tempat penyelenggaraannya.
- Konvensi Internasional, Penyelenggaran konvensi ini didasarkan pada letak geografis, yakni negara-negara bertetangga yang sepakat membentuk wilayah untuk kepentingan bersama, contoh: MEE, ASEAN, ATF (ASean Travel Forum), AHRA, PATA. Seperti konvensi regional namun dengan cakupan yang lebih luas / mengglobal, yang meliputi kerjasama antar benua, contoh: WTO, IATA.
Ukuran Konvensi :
- Konvensi ukuran kecil : 20-50 peserta
- Konvensi ukuran sedang : 60-200 peserta
- Konvensi ukuran besar : 200-20.000 peserta
Istilah dalam Konvensi :
- PCO (Profesional Conference Organizer), suatu badan hukum atau perorangan/sekelompok orang yang tugasnya merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan penyelenggaraan suatu konferensi secara profesional.
- Steering Committee Sekelompok orang yang tugasnya memberikan pengarahan suatu kegiatan seperti penyelenggaraan suatu konvensi.
- Sponsor Social event adalah Suatu badan hukum, asosiasi, sekelompok orang atau organisasi, masyarakat afiliasi atau perusahaan, instansi swasta atau pemerintah maupun seorang dermawan perorangan yang mensponsori suatu penyelenggaraan kegiatan-kegiatan.
- Acara kegiatan sosial yang diberikan kepada peserta konvensi bersama pendamping, berupa pertemuan selamat datang (welcome party), malam kesenian serta acara khusus bagi wanita (ladies progamme)
- Official event Acara kegaitan resmi yang diberikan kepada peserta konvensi maupun bersama pedampingnya, berupa audiency kepada Kepala Negara atau pejabat pemerintah setempat. Contoh: Pembukaan resmi suatu kegiatan konvensi.
- Bid (Invitasi), suatu usaha mengajukan permohonan untuk mengundang diselenggarakannya suatu konvensi di negara pengundang.
- Audio Visual Bid Document, suatu dokumen yang berisi permohonan resmi untuk pengajuan penyelenggaraan suatu konvensi. Sarana komunikasi berupa film, video atau slides yang digunakan dalam sales promotion campaign untuk memberikan informasi pada yang berkepentingan secara tepat guna dan hasil guna.
- Decision Maker, Pejabat executive yang mempunyai wewenang mengambil suatu keputusan tempat penyelenggaraan suatu konvensi. Pejabat executive tersebut dapat terdiri dari Sales Executive atau Presiden dari perusahaan maupun sekelompok anggota Board of Director, Executive Council dan lain sebagainya.
Tugas Utama PCO :
- Menyusun perencanaan dan anggaran penyelenggaraan.
- Mengurus perizinan yang diperlukan.
- Menyelenggarakan kegiatan sekretariat konferensi.
- Menyelenggarakan kegiatan konvensi/eksibisi.
- Menyiapkan/mengatur transportasi dan akomodasi.
- Menyiapkan tempat penyelenggaraan.
- Mengkoordinir promosi dan Public Relations (PR).
- Menyelenggarakan pre dan post-tour.
Syarat Pendirian PCO :
- Merupakan Badan Hukum atau Perseroan Terbatas (PT)
- Mempunyai kantor dengan syarat luas minimum 60 m2 dan memiliki fasilitas telekomunikasi.
- Mempunyai staf terlatih/berijasah kursus PCO yang diakui oleh Ditjen Pariwisata.
- Berpengalaman menyelenggarakan Konvensi Nasional sedikitnya 5 kali dan Konvensi Internasional minimal 2 kali.
- Modal disetor Rp. 500.000.000,-
Istilah Dalam Organising Committee :
- Pre & Post Coference, sekelompok orang yang menjadi anggota panitia suatu kegiatan dengan tugas merencanakan, mempersiapkan dan menyelenggarakan suatu kegiatan seperti penyelenggaraan suatu konvensi.
- Tour, acara penyelenggaraan perjalanan wisata khususnya bagi peserta konvensi yang diadakan sebelum dan sesudah konvensi.
- Peserta, Seseorang/sekelompok orang/perusahaan yang ikut serta memamerkan hasil karyanya yang ada kaitannya dengan penyelenggaraan suatu konvensi.
- Organisasi Penyelenggara Panitia Pengarah (Steering Committee/SC), terdiri dari beberapa orang Memperoleh wewenang pemerintah, organisasi, instansi, asosiasi, dll. Mengarahkan, penasehat, petunjuk bagi panitia pelaksana (OC) agar mencapai tujuan.
- Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC), dibentuk oleh panitian pengarah Jumlah disesuaikan dengan besar kecilnya konvensi Biasanya dilengkapi oleh sub-komite sesuai kebutuhan, dll.
- Sub Committee OC Sekretariat, bertugas memperlancar urusan administrasi, keuangan, komunikasi, dalam pelaksana kegiatan. Penyelenggara Konvensi Melaksanakan tugas bidang berkaitan dengan : Fasilitas Transportasi Darmawisata Akomodasi.
- Sub Committee OC Penyelenggara Konvensi, bertugas memproduksi, menditribusikan berbagai jenis bahan informasi seperti materi, media promosi, dan lain-lain. Protokoler dan Visa Pameran Program Teknis Keuangan Keamanan.
Sumber Referensi :
- http://noelhood.blogspot.com/2010/03/wisata-konvensi.html
- http://seputarmice.wordpress.com/2011/02/15/definisi-jasa-konvensi-perjalanan-insentif-dan-pameran/
- http://novianto-anto-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-77989-Materi-KONVENSI.html
- http://www.slideshare.net/derinta7/konvensi-1
- http://www.scribd.com/doc/29348349/Profil-Usaha-Jasa-Konvensi-MICE-Di-Bali
- Edisi Khusus Perusahaan MICE Terbaik Majalah Venue Edisi Desenber 2013

Tugas Individu III :
Berdasarkan 14 jenis pertemuan/konvensi sebagaimana sudah disebutkan di depan, silakan pilih salah satu atau lebih jenis pertemuan yang sudah pernah anda ikuti dan jelaskan tentang what, when, where and how-nya, secara singkat menurut pengalaman anda masing-masing.
SELAMAT MENGERJAKAN!
Jenis pertemuan yang pernah saya ikuti salah satunya adalah “Seminar Pengembangan Unit Kegiatan Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta ” yang diselenggarakan oleh Kopertis Wilayah VI.
Seminar ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai perguruan tinggi swasta yang ada di Jawa Tengan. Seminar ini dilaksanakan selama 4 hari yaitu 19, 20, 21, 22 Agustus 2014 bertempat di Hotel Riyadi Palace Solo.
Seminar ini membahas tentang bagaimana mambentuk, mengatur dan membuat UKM di suatu perguruan tinggi itu menjadi lebih berkembang. Juga membahas tentang masalah-masalah yang sering muncul dalam suatu organisasi. Selain itu diajarkan juga untuk membuat suatu proposal yang baik dan benar untuk melaksanakan suatu kegiatan yang akan dilaksanakan. Dihari terakhir kita membuat suatu proposal acara dan didiskusikan bersama-sama dengan kelompok yang tentunya didampingi oleh pembicara yang memberi arahan selama mengikuti seminar.
Salah satu pertemuan/ meeting dari beberapa jenis pertemuan yang pernah saya ikuti dan yang menurut saya “wah” adalah dalam bentuk ” Seminar Nasional Anti Korupsi di Lembaga Perbankan ditinjau dari Budaya dan Agama” yang diselenggarakan oleh HiMa Akuntansi Polines Semarang.
Kegiatan seminar ini adalah bentuk seminar dalam skala nasional dengan menghadirkan wakil ketua KPK, Pimpinan BI bidang pengawasan perbankan, dan guru besar UNDIP sekaligus budayawan. Seminar ini dilaksanakan pada bulan Juli 2011 di Auditorium Polines Semarang, diikuti oleh 350 orang peserta dan dihadiri oleh beberapa orang dari UNDIP, dosen Polines, BI cabang Semarang, dan beberapa pihak perbankan khususnya di Semarang.
Didalam seminar ini ada 3 materi yang dibahas, yaitu:
1. Pimpinan BI bidang Pengawasan Perbankan membahas tentang peraturan dalam pengawasan perbankan di Indonesia.
2. Wakil ketua KPK membahas tentang jenis jenis pelanggaran dan korupsi di bidang perbankan dan pencegahannya.
3. Budayawan dan Guru besar UNDIP membahas tentang budaya di masyarakat yang menjurus pada korupsi dan cara budaya di masyarakat untuk mencegah korupsi tersebut.
SEMINAR
(Pengembangan SDM Pariwisata)
WHAT = Seminar ini bertemakan “Pengembangan SDM Pariwisata”
WHEN = Bulan Mei 2014
WHERE = Kampoeng Semarang Kaligawe
HOW = Seminar ini di laksanakan dari pagi sampe sore, seminar ini membahas tentang pengembangn sumber daya sebagai insan periwisata, di seminar ini di hadiri oleh berbagai peserta seperti pemandu - pemandu local guide di berbagai objek wisata yang ada dI Jawa Tengah khususnya Semarang dan dari berbagai mahasiswa dari beberapa universitas seperti STIEPARI dan Unnes. Seminar ini di narasumberi oleh beberapa tokoh penting seperti ketua HPI Ibu Vera Hanafiah dan seorang wanita pengusaha sukses asli Semarang.
Ibu Vera menerangkan beberapa hal yang penting dalam memandu wisatawan asing dan local, bagaimana perbedaan pelayanannya. Pertama penyampaian “bahasa”, bahasa merupakan sarana yang sangat penting, kedua adalah informasi yang kita sampaikan harus berkualitas dan memuaskan wisatawan.
Seminar yang pernah saya hadiri adalah “Talkshow Sisterhood” yang diselenggarakan Dove Hairtherapy bersama Majalah Kartini pada tanggal 16 November 2013 di Quest Hotel, Semarang. Acara yang diikuti kurang lebih 200 peserta itu mengupas banyak tentang wanita dalam talkshow inspiratif bersama dua wanita berpengalaman dan ahli dalam bidangnya, yaitu Shanthi Serad (Founder “Aku Cinta Masakan Indonesia”) dan Dra. Roslina Verauli, M.Psi yang merupakan Psikolog sekaligus Pengarang buku Ugly Duckling. Dan juga disuguhi oleh Beauty Class and Hair Show bersama Hair Expert, Harry Sulistioko.
Dalam seminar ini para pembicara membahas tentang
1. Bagaimana kita sebagai perempuan bisa merawat dan menjaga rambut kita agar tetap terlihat indah yang disampaikan dan dipraktikan oleh dua model yang rambutnya ditata oleh Harry Sulistioko.
2. Shanti Sherad menjelaskan kepada kami untuk tetap mencintai makanan Indonesia untuk menghadirkan rasa cinta kepada masakan tanah air.
3. Yang terakhir dari Psikolog cantik Dra. Roslina Verauli menjelaskan tentang bagaimana membangkitkan kepercayaan diri untuk wanita dan harus tetap percaya diri dengan apapun yang kita punya.
Dari ke empat jenis pertemuan di atas, saya pernah mengikuti beberapa jenis kegiatan pertemuan seperti : forum, seminar dan workshop.
1. Forum yang saya ikuti adalah sebuah kelompok forum FPPMP, forum pemuda pelajar mahasiswa pemalang. sebuah forum yang mengumpulkan para mahasiswa dari kota pemalang jawa tengah untuk bersama-sama berbagi informasi mengenai apa yang mereka dapatkan di universitas masing-masing untuk bersama-sama membangun kota pemalang dengan berbagai kegiatan dan acara yang akan di jalankan.
2. Lalu ada beberapa Seminar yang sudah pernah saya ikuti, seperti: Seminar Pariwisata Nasional yang bertema “membangun pariwisata jawa tengah yang kreatif & berkarakter” di patra jasa convention center pada tanggal 10 desember 2013 dalam seminar ini menghadirkan pembicara dari bali.
Seminar “peningkatan sumber daya manusia biro perjalanan wisata” di kampung semarang 13 agustus 2014 membicarakan tentang bagaimana strategi marketing biro perjalanan wisata, serta peningkatan SDMnya.
3. Kemudian Workshop, sebuah workshop yang bertema “young entrepreneurship” membicarakan tentang bagaimana menjadi pengusaha sukses di usia muda, lalu ada sebuah produk dari perusahaan swasta “k-link” yang mereka tawarkan untuk sekedar mengajak bekerjasama. kegiatan ini berlangsung di the winner premier hotel pemalang pada tanggal 23 april 2012 lalu.
Nama kegiatan
“Seminar Bahaya Narkoba Bagi Kaum Remaja”
Tema
Menciptakan generasi muda Indonesia yang terpelajar, berprestasi serta berkarakter tanpa narkoba.
Tujuan kegiatan
a. Membimbing remaja masa kini dan yang akan datang agar berakhlak mulia.
b. Agar peserta seminar dapat lebih memahami tentang bahaya penularan HIV / AIDS, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh penggunaan narkoba.
c. Memperkuat mental para remaja untuk menghadapi dampak globalisasi, terutama masalah narkoba.
Waktu dan tempat kegiatan
Selasa, 20 November 2011
SMK N 1 Bawen
Pembicara
1. Jumeri, S.TP, M.Si
2. Suryanto, SP, M.M
3 Ir. Nanik Sundari
Dari 14 jenis pertemuan/ konvensi yang telah disebutkan di atas, salah satu pertemuan/ konvensi yang pernah saya ikuti yaitu SEMINAR.
Tema seminar : Kewirausahaan
Nama seminar ” pengaruh pola mikir(mind sight) dalam kewirausahaan”
Waktu : sekitar bulan maret 2013 ( maaf pak tanggalnya saya lupa, kalau tidak salah sekitar tanggal 10)
Bertempat di gedung Pendopo, kendal
Ada dua pembicara dalam seminar tersebut yaitu:
1. Bp. Sunarto, S.Pd.
2. Ali Nurrudin, S.Pd.
Inti dari seminar tersebut yaitu mengajak para pelaku usaha, termasuk para pebisnis juga, dan terutama mengajak para generasi muda u/ mempunyai pola pikir(mind sight) yang positif, dan maju agar mampu berwirausaha dengan sukses.
dari 14 pilihan diatas yang pernah saya ikuti adalah “lecture”..lecture yang artinya sebuah presentasi formal yang dilakukan seorang ahli,terkadang di ikuti dengan tanya jawab. acara ini dalam rangka table maner di hotel patra jasa semarang..yang di ikuti oleh semua mahasiswa dan mahasiswi STIEPARI Semarang, acara table maner di pimpin oleh Bp. Suwardi ,Spd,M.Par selaku manager food and beverage service. Di acara ini membahas tata cara bagaimana jamuan makan yang baik dan benar. Dan bertujuan agar kita dapat menjaga etika makan ketika ketika bertemu dalam suatu undangan besar.acara ini juga diadakan sesi tanya jawab dengan pembicara dan di jelaskan dengan sejelas mungkin. Acara ini diselenggarakan pada 17 desember 2013.. Tujuan kegiatan : 1. Mengenalkan susunan jamuan makan yang baik dan benar. 2. Meningkatkan pengetahuan. 3. Lebih meningkatkan nilai kesopanan. 4. Terlihat berkwalitas ,dll.
Dari 14 jenis pertemuan/ konvensi yang telah disebutkan di atas, salah satu pertemuan/ konvensi yang pernah saya ikuti yaitu Seminar. Seminar ini bertemakan “Bahaya nikotin bagi pelajar”.
Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2012 lalu, bertempat diruang Multimedia SMA Negeri 1 Kendal. Ada dua pembicara pada acara seminar itu ;
1. Bp. Sunarto, S.Pd
2. Bp. Hambali Arliyanto, SH
Inti dari seminar tersebut adalah mengajak para pelajar terutama pelajar SMA untuk menghindari serta menjauhi nikotin karena nikotin sangat berbahaya bagi tubuh.
Saran dari seminar tersebut adalah mengajak Para pelajar untuk memulai hidup sehat jangan memulai masa remaja dengan hal hal yang tidak berguna dan hargailah kesehatan, karena menjaga kesehatan dari sekarang, bisa berguna sampai tua nanti.
Seminar itu berjudul SDM Pariwisata. Pelaksanaan seminar tersebut berada di Kampoeng Semarang dekat dengan pelabuhan. Seminar itu dilaksanakan pada bulan Mei 2014, seminar tersebut dihadiri oleh mahasiswa dari STIEPARI, UNNES, guide-guide dari Lawang Sewu, dinarasumberi oleh Ibu Vera Damayanti, yang kebetulan beliau dosen kami yang mengajar makul guiding tekhnik, selain beliau dihadiri pula Ketua HPI Semarang. Seminar itu membahas mengenai dunia pariwisata, dengan memperkenalkan objek-objek wisata yang ada di Semarang, kemudian belajar guiding yang benar. Pelaksanaan seminar berjalan dengan lancar, didalamnya terdapat rangkaian acara dari pembukaan, pemberian materi dari narasumber, coffe break, isoma, tanya jawab oleh peserta, kemudian penutupnya menyanyikan lagu Hero bersama-sama.
Event yang pernah saya ikuti adalah seminar
Seminar tersebut berjudul ” Penyuluhan Anti Narkoba ”
Seminar tersebut membahas tentang bahaya narkoba bagi kesehatan khususnya kaum remaja yang menyalahgunakannya. Seminar dilaksanakan pada peringatan hari Narkoba Sedunia yaitu tanggal 26 Juni dihadiri oleh para pelajar se Kota Semarang, mantan pengguna narkoba yang sudah direhabilitasi. pelaksanaannya di Ballroom Hotel Grasia Semarang. Seminar ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyadarakan dan memberikan penyuluhan bagi para remaja agar tidak mencoba dan memakai obat-obatan tersebut. Pelaksanaan seminar berjalan dengan lancar, didalamnya terdapat rangkaian acara dari pembukaan, pemberian materi dari narasumber, coffe break, tanya jawab oleh peserta, kemudian penutupnya pemberian buah tangan berupatas, kaos, buku, dan sticker.
Yang pernah saya ikuti Seminar Bisnis menjadi Pengusaha muda dan berpenghasilan banyak dalam waktu yang cepat,pada saat saya masih kelas 10 SMA tempatnya di Hotel Telomoyo Semarang.Untuk menjadi pengusaha berpenghasilan banyak memiliki modal,investasi,dan piak-pihak yang bekerjasama dalam mengembangkan suatu perusahaan serta memiliki kecerdasan usaha yang dibangun oleh orang tersebut salah satunya yang di paparkan adalah usaha Apartemen di Jakarta.Para pengusaha ini tidak hanya memiliki Apertemen di Jakarta saja tetapi juga memiliki beberapa Apartemen di kota besar lainnya di Indonesia agar apartemen tersebut terjual cepat dan menghasilkan keuntungan.Pengusaha tersebut memiliki cara dalam melayani,menawarkan,serta memasarkan apartemennya dengan baik,pengusaha apartemen tersebut mampu menarik simpatik clien.Para pengusha muda inimapu menghasilkan uang ratusan juta dalam waktu satu hingga dua tahun atau hanya beberapa bulan saja.dan usahanya sudah terbukti.Tujuan seminar ini adalah memotivasi agar para pemuda era sekarang berlatih,optimiis,dan ingin maju untuk bisa menjadi pengusaha muda yang berpenghasilan banyak dalam seminar ini banyak yang tertarik untuk mencontoh para pengusaha yang berada di tempat seminar.
Kegiatan MICE yg pernah saya ikuti
1. Forum Anak Nasional (FAN)
Acara ini dilaksanakan pada tanggal 25-28 Juni tahun 2012 dan dilaksanakan di hotel Panorama kota Lembang, Jawa Barat. Peserta dari acara ini adalah perwakilan forum anak daerah (FAD) dari 33 provinsi di Indonesia yang setiap provinsinya terdiri dari 6-8 orang dan di sertai pembimbing sebanyak 2 orang. Karena acara ini dilaksanakan oleh dinas BKKBN jadi dlm acara ini hadir mentri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yaitu Ibu Linda Amalia Sari. Acara di hari pertama ialah foto bersama ibu Linda menggunakan baju adat masing2 daerah. Lalu seusai maghrib di lanjutkan acara malam keakraban yg diawali sambutan istri gubernur Jawa Barat ibu Netty. Setelah itu dilanjutkan dengan pertunjukan Angklung Mang Udjo. Pada saat pertunjukan satu peserta di beri satu angklung yg memiliki tanda nada berbeda2. Lalu sesuai dengan arahan mang udjo kamipun memainkan lagu Indonesia Raya dan lainnya.
Hari kedua adalah hari dimana pembukaan acara FAN dan dilanjutkan dengan expo. Jadi setiap kontingen dari setiap provinsi di berikan sebuah stan dan memamerkan makanan atau benda2 khas dari masing2 daerah. Kamipun bertukar souvenir.
Acara di hari ketiga yaitu field trip. Dimana seluruh peserta akan di bawa ke suatu tempat. Ada tiga tempat yang berbeda. Yaitu: markas Kopasus, wanadri dan kampung mainan.
Lalu di pagi hari, hari terakir kami melalukan olahraga pagi d dinginnya kota lembang dan melakukan berbagai game yang memmerlukan persatuan kelompok. Lalu di malam hari ialah malam penutupan forum. Di malam tersebut setiap provinsi memamerkan tarian dari daerah masing2. Dan seluruh peserta menggunakan pakaian adat masing2. Setelah itu pengumuman untuk grup terbaik. Terkreatif. Org yang paling populer dan sebagainya. .
Lalu keesokan harinya kamipun pulang ke daerah masing2. Dan semuanya free. Itu adalah kesempatan yang paling berharga untuk saya.. dan saya ingin mengikuti kegiatan seperti itu kembali.
Table mener di Patra jasa, yang di laksanakan di ballroom hotel,pada tanggal 20 mei 2013. Table mener ini di adakan khusus mahasiswa stiepari angkatan 2013 dari mahasiswa S1 maupun D3.
Table mener ini di laksanakan dengan tujuan di mana kita sebagai mahasisa stiepari wajib mengetahui dan melakukan table mener khususnya untuk jurusan perhotelan. dimana table mener itu sendiri pengertiannya adalaah etika makan yang baik dan benar,dari mulai cara kita duduk,set up table,nepklin,dinner,disert,spun. table mener ini di lakukan mulai dari tour the hotel,sambutan dari dosen oleh pak adis,foto bersama dan terakhir pembagian sertifikat untuk semua mahasiswa. Pelaksanaan table mener ini berjalan dengan baik dan lancar.
Event yang pernah saya ikuti adalah Lecture
Lecture adalah sebuah presentasi yang dilakukan oleh orang yang profesional di bidangnya, acara yang saya ikuti seperti Table Manner di Hotel Patra Jasa Semarang yang beranggota seluruh mahasiswa Stiepari Semarang yang dipimpin oleh Bp. Suwardi.
Di acara ini membahas tata cara makan yang benar yang bertujuan agar para mahasiswa dapat menjaga etika makan dalam sebuah acara formal atau resmi, acara ini dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan di suguhi sebuah atraksi juggling serta cuting fruit
tujuan acara Table Manner ini;
1. Mengenalkan susunan jamuan makan atau urutan tata cara makan yang baik dan benar.
2. Menambah pengetahuan mahasiswa.
3. Meningkatkan nilai-nilai kesopanan dalam jamuan makan resmi serta terlihat berkelas dan berkwalitas.
SEMINAR
Bahaya Efek Merokok
acara yang di lakukan di Kantor Camat Pemalang pada jaman SMA .
di situ di hadrkan dokter yang menjelaskan tentang bahaya rokok utuk tubh manusia dan di hadiri oleh murid SMA PGRI yang ada di Pemalang .
dan di hadiri oleh perokok yang bisa menghentikan kebiasaan buruk merokok hanya dalam waktu 1 bulan.
jadi di situ kita tau bahaya dari rokok dan asap rokok .
karna di dalam rook itu sendiri banyak bahan kimia yang sngat berbahaya yang di timbun di tubuh dalam jangka waktu yang panjang akan menumpuk dan sangat berbahaya bagi kehidupan .
di seminar itu menghadirkan kurang lebih 500 siswa dari serluruh SMA PGRI Pemalang.
Diantara 14 jenis pertemuan atau konvensi yang pernah saya datangi adalah saya pernah menghadiri seminar yang bertemakan “Kegiatan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat ( Pemilih Pemula ) dilaksanakan pada tahun 2013 di Balaikota Semarang. Apa yang saya dapat di seminar tersebut? Di seminar tersebut saya mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana dunia politik di lingkup yang sempit agar masyarakat mengehatahui bagaimana dunia politik yang sebenarnya bukan seperti apa yang kita lihat di televisi sekarang. Lalu disana saya juga mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang pemilih pemula dalam pamilihan Gubernur Jawa Tengah. Saat itu saya masih baru pertama kali mengikuti kegiatan pemilu. Disana di jelaskan secara detail oleh narasumber yang berpengalaman dari KPU Kota Semarang yang menjelaskan tahap-tahap pemilu itu sendiri secara detail dan bagaimana proses setelah kita mencoblos di TPS mulai dai penghitungan suara, pernyortiran kotak suara, hingga berada di pusat KPU di Jakarta. Di seminar itu saya banyak belajar tentang dunia polotik meskipun tidak keseluruhannya, saya juga lebih mengetahui tentang pemilu itu sendiri. Di seminar itu juga diajarkan tentang pendidikan kempemimpinan yang sekarang memang perlu diajarkan oleh generasi muda sekarang agar dapat mempimpin di segala bidang dan membawa negaranya sendiri ke negara lain. di seminar tersebut setiap peserta mendapatkan tas dan notes beserta buku tentang pengetahuan dunia politik dan pemilu itu sendiri.
SEMINAR
Salah satu seminar yang pernah saya ikuti adalah “SINKRONISASI PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA DAN SDM PARIWISATA MENYONGSONG era MEA 2015”
Tempat/tanggal : Jogja Expo Center, 13 oktober 2014
Tujuan : mempersiapkan dan mengembangkan SDM maupun daya tarik wisata yang berada diIndonesia supaya bisa bersaing di era masyarakat ekonomi asean 2015
Narasumber :
1. Prof. Ayril Azahari, PhD/ ketua ICPI
Membicarakan antisipasi menghadapi MEA 2015
2. Prof. Dr. drh. Aris Junaidi/UGM (staf ahli DIKTI)
Menjelaskan tentang seluk beluk ASEM(Asia-Europe Meeting)
3. Prof. Dr I gede Pitana,M.Sc/ Kabadan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Membicarakan kesiapan Pariwisata Indonesia menyongsong MEA 2015
dari ke 14 jenis pertemuan tersebut yang pernah saya hadiri adalah
Seminar
pada seminar ini,terdiri dari
tema:bimbingan konseling dan karakteristik siswa
waktu:28 Maret 2011
pembicara:prof.frans budiarto
seminar ini saya diundang sebagai perwakilan sekolah saya yaitu SMA N 14 SEMARANG oleh LPP Graha Wisata semarang
pembahasan seminar ini adalah mengetahui dan memahami karakteristik anak/siswa dalam bimbingan konseling yang membuat kepribadian dan psikologi seorang anak bisa dipahami atau memperbaiki perilaku yang kurang baik menjadi anak yang berkualitas dan berpendidikan serta berguna untuk negara
dalam seminar ini yang diselenggaraan di gedung LPP GRAHA WISATA semarang pembicara mempersilahkan audience untuk bertanya apa saja tentang kepribadian dan karakteristik siswa.
saya pernah mengikuti seminar tentang “remaja yang bebas dari narkoba” diGrandCandi,Hotel yang di ikuti dengan ratusan remaja Semarang pada tanggal 20 oktober 2013 yang di selenggarakan olen BNN yang memaparkan tentang bahaya narkoba bagi hidup, masadepan dan anak cucu kita yang akan mendekatkan kita terhadap kematian,acara ini di bimbing dan di pandu dengan kak Hendra dan kak Yopin
Jenis seminar yang pernah saya ikuti salah satunya adalah “Seminar Pengembangan Unit Kegiatan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dalam beberapa bulan penjualan produk Propolis
Seminar ini diikuti oleh Seminar Kesehatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 250 orang Seminar ini dilaksanakan selama 4 hari yaitu 15, 16, 17, 18 Juli 2011 bertempat di Gedung Wanita, Semarang
Seminar ini membahas tentang penuturan tentang Propolis oleh Dr. George Kowalski. Dr. George Kowalski di negaranya dikenal dengan julukan “King of Propolis” (si Raja Propolis) karena pengetahuannya yang sangat luas akan propolis.
Sebelum tinggal di Australia Dr . Kowalski adalah seorang dokter hewan yang tinggal di tanah kelahirannya di Polandia. Dr. Kowalski pertama kali menggunakan propolis di Polandia untuk mengobati berbagai penyakit pada hewan. Pada tahun 1979 beliau berimigrasi ke Australia . Pada saat itu Propolis belum dikenal di Australia . Di Australia, beliau mengadakan riset selama bertahun-tahun untuk mengobati berbagai penyakit yang diderita oleh manusia dengan menggunakan propolis. Ternyata propolis bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit pada manusia. Maka sejak itu pengobatan dengan propolis semakin meluas dan dikenal di Australia . Saat ini Propolis di Australia bukanlah lagi dianggap sebagai makanan kesehatan tetapi sudah dianggap sebagai obat karena kemampuannya untuk mengobati berbagai penyakit yang ada.
Berdasarkan penelitian dan pengalaman Dr. Kowalski, ada sekitar 50 cara dalam menggunakan Propolis diantaranya adalah untuk mengobati sinusitis , pilek , hidung tersumbat , jerawat, bisul, bibir pecah-pecah, terbakar sinar matahari, radang gusi, bau napas tak sedap, sakit tenggorokan, sariawan, luka bakar, luka tergores, eksem, psoriasis, rematik, luka karena gigitan serangga, keseleo, wasir, herpes, infeksi prostat, infeksi system saluran kemih, kurap, sakit gigi , patah tulang, dsb. Bahkan Propolis kerap juga digunakan sebagai obat bius lokal dan bisa juga untuk melepaskan kutu dan lintah yang menempel pada tubuh manusia.
Dalam seminar tersebut beberapa peserta juga dipersilahkan untuk melakukan tanya jawab dengan Dr. Kowalski. Salah satu pertanyaan menarik yang diajukan oleh salah seorang peserta adalah “Bagaimana cara mengkonsumsi propolis untuk penderita penyakit kusta?” Menanggapi pertanyaan tersebut Dr. Kowalski menyatakan bahwa selama ini memang belum ada yang pernah menggunakan Propolis bagi penderita kusta. Namun untuk pengobatan yang efektif Dr. Kowalski menyarankan agar Propolis tersebut selain dioleskan ke anggota tubuh yang sakit juga diminum oleh penderita.
Dari 14 pilihan diatas yang pernah saya ikuti adalah Seminar yang bertemakan Bahaya Narkoba bagi generasi Muda , seminar ini diselengagarakan tanggal 24 oktober 2014, Seminar ini di ikuti 30 Mahasiswa di Kampus Stiepari , Dalam seminar ini membahas tentang Dampak Narkoba bagi pecandunya , Dan cara mengatasinya atau menanggulangi . Dengan Pembicara Dra.Lilik Werti, Dalam seminar itu di ungkapakan oleh Ibu Dra Lilik Werti bahwa generasi muda sekarang ini mudah terpengaruh dan ikut - ikutan untuk mencoba Narkoba , menurut beliau ada beberapa faktor yang mempengaruhi generasi muda sekarang ini mencoba Narkoba : 1. Pergaulan Bebas yang di mana seseorang bergaul dengan orang lain tidak sesuai aturan misalnya minum minuman Keras , melakukan Fre Sex (seks Bebas), Kawin di bawah umur, 2. Kurangnya pengawasan dan bimbingan orang tua terhadap anak , 3. Rendahnya Pendidikan seseorang , 4. Kurangnya Peran penting sekolah dalam memberi bimbingan Budi pekerti Terhadap siswanya , 5. Faktor Lingkungan Sosial. Menrut Dra. Lilik Werti pentingnya keluarga dan sekolah dalam memberikan pengawasan dan edukasi terhadap seseorang anak dapat menjauhi Narkoba , selain itu menurut beliau Narkoba dapat berkecenderungan memunculkan penyakit Aids/HIV bagi pengguna narkoba . Dampak Negativ bagi pecandu Narkoba : 1. Ketergantungan terhadap obat obatan 2. munculnya penyakit HIV, 3. perilaku seseorang menjadi berubah tempramen atau tidak terkendali 4. Sulit dikendalikan perilakunya . Cara Cara menangulanginya 1. Di berikan penyuluhan Edukasi tentang bahaya Narkoba , 2. Orang tua ikut serta memberikan pengawansan terhadap pergaulan anaknya, 3. Sekolah ikut serta dalam memberikan bimbingan dan pengawasan terhadap siswanya di lingkungan sekolah , 4. perlunya kerja sama Lingkungan Keluarga , Sekolah , untuk membentuk Budi pekerti seorang anak dalam berperilaku , 5.Direhabilitasi bila sesorang telah menggunakan Narkoba. So jauhilah Narkoba Bro , Jadilah Generasi Muda Indonesia Yang Terpelajar, Berprestasi Serta Berkarakter Tanpa Narkoba. Prestasi Yes Narkoba NO
Salam
Antonius Adi Winanto
saya pernah mengikuti workshop :
berjudul : Parade Tari Kreasi Jawa
tempat : Wisma Perdamaian Semarang
Waktu : 22 November 2014
Narasumber : Al Agus Supriyanto, S.Pd ( Ketua Komite Seni Tari )
Pembahasan :
Mengenai ketertarikan remaja sekarang dengan tari kreasi jawa / tradisional walaupun remaja sekarang lebih tertarik dengan tari modern yang lebih energik dan kekinian. Dan cara membuat cara atau trik agar remaja sekarang dapat tertarik dengan tari tradisional tetapi tidak melarang para remaja untuk tetap mempelajari tari modern. Dan di bahas pula bagaimana gerak-gerak dasar dalam tari tradisional yang tentunya masih cukup asing bagi para remaja sekarang.
Saya pernah mengikuti workshop :
Tema workshop : Tari Tradisional
Judul workshop : Parade Tari Kreasi Jawa
Tempat : Wisma Perdamaian
Waktu : 22 November 2014
Pembicara : Al Agus Sipriyanto, S.Pd ( Ketua Komite Seni Tari )
Pembahasan :
Di workshop tersebut membahas mengenai Perkembangan tari yang ada di jawa tengah khususnya tari tradisional. Mengenai cara agar tari tradisional tetap di minati tidak hanya oleh para pekerja seni tetapi juga pada penerus bangsa atau remaja indonesia, supaya tari tradisional tetap eksis dan menjaga kelestariannya. Dibahas pula dasar-dasar gerak tari tradisional yang tentunya berbeda dengan gerak tari modern yang lebih kekinian.
Dilakukan pula tanya jawab dari masing-masing perwakilan peserta.
terima kasih.
Dari 14 pertemuan tersebut yang pernah saya hadiri adalah :
1.) “SIMPOSIUM PELAYARAN NASIONAL”
yang diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2014 ,mulai acara jam 10:00 pagi , bertempatan di Museum Fatahillah ,Jakarta Barat. Acara yang diikuti kurang lebih 150 peserta dari berbagai perwakilan para ahli kelautan dan mahasisawa dari macam-macam Universitas .
Pembahasan yang di sampaikan pembicara :
1. Pentingnya jalur laut untuk masyarakat Indonesia.
2. Program perencanaan pelaksanaan tata kelauta .
3. Program perencanaan pemberlakuian pelabuhan yang sudah tidak aktif.
4. Motifasi perkembangan pelayaran nusantara.
2.) “SEMINAR GEBYAR WISATA INDONESIA”
yang diselenggarakan pada tanggal 10 sampai 14 Februari 2014 ,pembukaan acara jam 09:00 - 14:00 siang, bertempatan di Jakarta Convention Center ,Jakarta Selatan. Acara ini diikuti kurang lebih 700 undangan dan di buka untuk umum dengan biaya Rp 10.000.
Acara ini di meriahkan dengan :
!. Penampilan Seni Tari dari 34 Provinsi di Indonesia
2. Pameran Museum di DKI Jakarta
3. Pameran stand 34 Provinsi di Indonesia.
Saya pernah mengikuti seminar dengan judul “Medikolegal Mulut dan Gigi Sebagai Pintu Masuk Kuman” yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian Hukum Kesehatan Fakultas Hukum Untag Semarang pada hari Selasa tgl 21 April 2015 di Aula Fakultas Hukum Untag.
Seminar ini membahas tentang:
1. Maraknya behel-behel ilegal
2. Macam-macam penyakit mulut
3. Hubungan antara diabetes dan kesehatan mulut
4. Bahaya merokok bagi mulut
5. Cara menyikat gigi yang baik dan benar
Seminar ini berjalan dengan baik dan lancar, audience pun banyak yang aktif bertanya tentang kesehatan mulut dan gigi
Dari 14 jenis konvensi yang pernah saya ikut adalah. Seminar Perekonomian, Seminar Perekonomian di ikuti oleh para remaja, Memaparkan tentang perbandingan antara perekonomian nasional dan internasional, perekonomian nasional sangatlah rendah karena perekonomian internasional lebih tinggi dari perekonomian nasional di karenakan:
1. Perbedaan mata uang
2. Harga barang yang berbeda
3. Kebutuhan yang lebih tinggi
Solusi, perekonomian Nasional harus bisa mengimbangi perekonomian Internasional, meskipun tidak bisa sesuai dengan perekonomian Internasional setidaknya perekonomian Nasional harus lebih di kembangkan. Setelah selasai memaparkan di situ juga di adakan sesi tanya jawab untuk para remaja yang ingin lebih tau tentang perbandingan perekonomian Nasional dan perekonomian Internasional.
Berdasarkan 14 jenis pertemuan/konvensi, yang sudah pernah saya ikuti adalah lecture. Lecture adalah sebuah presentasi formal yang dilakukan oleh seorang ahli, terkadang diikuti oleh sesi tanya jawab.
Acara yang pernah saya ikuti adalah Table Manner di Hotel Patra Jasa Semarang. Acara tersebut diikuti oleh semua mahasiswa dan mahasiswi STIEPARI Semarang angkatan 2014/1015 baik S1 maupun D3. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 17 Januari 2015.
Acara Table Manner ini membahas tentang tata cara/etika makan dan minum yang baik dan benar yang bertujuan agar mahasiswa dan mahasiswi STIEPARI Semarang dapat menjaga etika makan dan minum dalam sebuah acara resmi maupun acara formal. Acara table manner ini juga diadakan sesi tanya jawab dengan pembicara dan dipertunjukkan sebuah atraksi juggling dan juga cuting fruit.
Table manner tersebut dilakukan mulai dari sambutan pihak Hotel Patra Jasa Semarang, foto bersama, tour the hotel, acara table manner, dan yang terakhir adalah pembagian sertifikat untuk semua mahasiswa dan mahasiswi STIEPARI Semarang.
Tujuan table manner :
1. Mengenalkan susunan jamuan makan dan minum yang baik dan benar dalam suatu acara resmi maupun acara formal.
2. Menambah pengetahuan mahasiswa dan mahasiswi STIEPARI Semarang.
3. Meningkatkan nilai-nilai kesopanan dalam jamuan makan dan minum pada suatu acara resmi maupun acara formal agar terlihat berkelas dan berkwalitas.
Acara table manner ini berjalan dengan baik dan lancar.
Seminar yang pernah saya ikuti salah satunya yaitu seminar yang bertemakan “Mengembangkan dan Memupuk Kreativitas dan Jiwa Kewirausahaan bagi Mahasiswa” di Auditorium FE Undip, Semarang, Jawa Tengah, pada tgl (26/08/2014). Yang menjadi pembicara dalam Seminar Nasional tersebut yaitu Hary tanoesoedibjo, beliau telah berulang kali menjadi pembicara di berbagai seminar, salah satunya adalah seminar yang saya ikuti.
Dalam seminar tersebut Hary tanoesoedibjo menegaskan bahwa pentingnya memupuk kreativitas sejak dini terutama dalam bidang wirausaha.untuk menjadi sukses dalam mengembangkan bisnis seorang wirausahawan harus mampu melihat peluang sekecil apapun yang ada di depan kita.
“inti dari seminar yang saya ikuti adalah
Untuk bisa menjadi orang sukses dalam berwirausaha ada beberapa hal yang harus dimiliki para wirausahawan diantaranya adalah harus punya tujuan yang jelas dalam membangun bisnis atau usaha dan fokus terhadap usaha yang sedang dijalani,
dan dengan adanya pengalaman saya mengikuti seminar tersebut saya menjadi tahu bahwa keberhasilan itu tidak bisa diukur dari berapa lama usaha yang kita geluti tapi seberapa kita fokus dan konsisten untuk menekuni dan mengembangkan usaha yang sedang kita jalankan.
Jenis pertemuan yangg pernah saya ikuti adalah seminar “Mewujudkan Generasi Muda Kalimantan Timur yang Terpelajar, Berprestasi dan Berkarakter Tanpa Narkoba”. Seminar ini diadakan Komisi IV DPRD Kaltim, Sabtu 22 Maret 2014 di Balikpapan. Hadir sebagai nara sumber Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN Brigjen Pol Victor Pudjiadi, Kepala BNN Kaltim Kombes Agus Gatot Purwanto, Kadispora Kaltim Sigit Muryono dan pembahas Wakil Ketua Komisi I Suwandi dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Encik Widyani. Dalam seminar ini membahas tentang penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang yang semakin hari semakin memprihatinkan, dan penggunanya hampir dari semua kalangan baik muda, remaja hingga kaum tua, baik itu kalangan eksekutif, legislatif, yudikatif, pelajar, polisi, TNI maupun masyarakat umum.
Dari 14 jenis pertemuan/converention diatas ada beberapa yang pernah saya ikuti yaitu Seminar yang ber tema “Bahaya Narkoba dan Rokok pada Kalangan Remaja”. Kegiatan tersebut dilaksanakan dikampus STIEPARI yang diikuti oleh sekitar 30 peserta pada bulan September 2014 dengan pembicara Gusti RF. dan Ahmad MH. Seminar tersebut bertujuan untuk mengarahkan dan membimbing remaja untuk tidak mendekati barang-barang terlarang tersebut untuk disalah gunakan, selain itu para remaja juga diberi penjelasan agar lebih memahami mengenai akibat dari narkoba sendiri yaitu menularnya penyakit HIV/AIDS dan juga penyakit lainnya. Bahaya merokok juga dipaparkan pada peserta agar pengguna rokok dapat mengetahui begitu bahayanya merokok didalam tubuh dan untuk antisipasi bagi peserta yang ingin mencoba atau bahkan terpengaruh oleh temannya sendiri. Dan yang menjadi tujuan utama seminar tsb adalah supaya para remaja dapat melindungi diri dari perubahan globalisasi yang semakin maju yang dapat merusak diri sendiri.
Kemudian jenis pertemuan lainnya yang pernah saya ikuti adalah lecture. Lecture merupakan sebuah pertemuan yang dipimpin oleh seorang pembicara yang tentunya sudah ahli dalam bidangnya, dan kegiatan tsb diselingi oleh sesi tanya jawab. Kegiatan tsb yaitu Table Manner yang diselenggarakan di Hotel Patrajasa pada 17 Januari 2015 yang diikuti seluruh mahasiswa STIEPARI denan pembicara yaitu Bp. Suwardi, SPd,M.Par. selaku manager food and baverage service. Kegiatan Table Manner tsb mengenalkan bagaimana etika jamuan makan yang benar pada sebuah acara yang besar dan formal. Bagaimana sikap yang harus ditunjukkan pada saat makan, selain itu kegiatan tsb dilengkapi juga dengan tour to hotel, cara menyajikan napkin, cutting fruit, dan atraksi juggling. Kegiatan tsb bertujuan untuk menambah wawasan para mahasiswa supaya tahu bagaimana tata cara etika yg harus ditunjukkan pada saat makan, selain itu mahasiswa dtp menerapkan ya dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi generasu penerus yang lebih berkualitas.
Dari 14 jenis pertemuan/converention diatas ada beberapa yang pernah saya ikuti yaitu Seminar yang ber tema “Bahaya Narkoba dan Rokok pada Kalangan Remaja”. Kegiatan tersebut dilaksanakan dikampus STIEPARI yang diikuti oleh sekitar 30 peserta pada bulan September 2014 dengan pembicara Gusti RF. dan Ahmad MH. Seminar tersebut bertujuan untuk mengarahkan dan membimbing remaja untuk tidak mendekati barang-barang terlarang tersebut untuk disalah gunakan, selain itu para remaja juga diberi penjelasan agar lebih memahami mengenai akibat dari narkoba sendiri yaitu menularnya penyakit HIV/AIDS dan juga penyakit lainnya. Bahaya merokok juga dipaparkan pada peserta agar pengguna rokok dapat mengetahui begitu bahayanya merokok didalam tubuh dan untuk antisipasi bagi peserta yang ingin mencoba atau bahkan terpengaruh oleh temannya sendiri. Dan yang menjadi tujuan utama seminar tsb adalah supaya para remaja dapat melindungi diri dari perubahan globalisasi yang semakin maju yang dapat merusak diri sendiri.
Kemudian jenis pertemuan lainnya yang pernah saya ikuti adalah lecture. Lecture merupakan sebuah pertemuan yang dipimpin oleh seorang pembicara yang tentunya sudah ahli dalam bidangnya, dan kegiatan tsb diselingi oleh sesi tanya jawab. Kegiatan tsb yaitu Table Manner yang diselenggarakan di Hotel Patrajasa pada 17 Januari 2015 yang diikuti seluruh mahasiswa STIEPARI denan pembicara yaitu Bp. Suwardi, SPd,M.Par. selaku manager food and baverage service. Kegiatan Table Manner tsb mengenalkan bagaimana etika jamuan makan yang benar pada sebuah acara yang besar dan formal. Bagaimana sikap yang harus ditunjukkan pada saat makan, selain itu kegiatan tsb dilengkapi juga dengan tour to hotel, cara menyajikan napkin, cutting fruit, dan atraksi juggling. Kegiatan tsb bertujuan untuk menambah wawasan para mahasiswa supaya tahu bagaimana tata cara etika yg harus ditunjukkan pada saat makan, selain itu mahasiswa dtp menerapkan ya dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi generasu penerus yang lebih berkualitas. Terima kasih
pada seminar ini,terdiri dari
tema: narkoba dan rokok
waktu: 8 Agustus 2012
pembicara: Kusniati Spd
saya diundang untuk perwakilan sekolah saya yaitu SMN 2 SEMARANG
seminar ini membahas tentang bahaya rokok dan narkoba, dilain sisi banyaknya kalangan remaja yang masih banyak cenderung menyalahgunakan rokok dan narkoba
selain membahas bahaya rokok dan narkoba, beliau juga membahas bagaimana mencegah kenalakan remaja yang disebabkan pada rokok dan narkoba
setelah membahas banyak hal, hal terakhir diakhiri dengan sesi tanya jawab. sesi tanya jawab ini peserta diperkenankan untuk aktif bertanya akan hal-hal yang belum paham.
dengan pengalaman saya ini saya dapat mengetahui bahayanya yang ditimbulkan pada rokok dan narkoba, kenakalan remaja yang bisa saja di pengaruhi oleh faktor lingkungan juga peran serta orang dalam dapat mempengaruhi penggunanya.
saya pernah mengikuti menghadiri seminar sebagai perwakilan sekolah saya di SMA Kesatrian 1 Semarang, tepatnya di kampus unisbank pada tanggal 13 Desember 2013 tepatnya pukul 14.00, seminar ini diadakan oleh ECC ( English Conversation Club) yang mengadakan acara Bedah Novel dengan pembicara yang sangat berbakat dalam bidang bahasa yaitu Miss Ryan Marina yang didatangkan dari Unnes.
Acara dibuka oleh Mr.Teguh Kasprabowo selaku pembina ECC dan juga salah satu dosen di fakultas bahasa setelah itu dilanjutkan dengan inti dari acara. Pada sesi tanya jawab ada 5 siswa yang mengajukan pertanyaan dan 3 beruntung berhasil membawa pulang hadiah yaitu masing” sebuah novel.
disini saya mendapat pengalaman yang sangat berharga disisi lain dalam membawakan acara yang bermanfaat peserta juga diberi kaos, piagam dan cindera mata unisbank.
Salah satu seminar yang pernah saya ikuti adalah seminar nasional bertemakan kesiapan industri pariwisata menghadapi MEA. Berlokasi di gedung auditorium UNNES pada semester yang lalu.
Saya beserta 2 teman saya dan beberapa dosen mengikuti seminar tersebut.
Dalam seminar ini, beberapa tokoh pariwisata Indonesia mengemukakan pendapatnya dan analisanya mengenai masalah-masalah apa saja yang akan dihadapi oleh sektor pariwisata saat tibanya MEA.
Pada intinya sektor pariwisata telah mempersiapkan diri dalam menghadapi MEA dan telah menganalisa peluang-peluang para insan pariwisata untuk dapat sukses dalam MEA.
Demikian adalah apa yang telah saya dapatkan dalam seminar ini. Begitu banyak pengetahuan yang telah saya dapatkan dalam seminar ini.
Berdasarkan 14 jenis pertemuan / konvensi yang pernah saya ikuti adalah “lecture” yang diadakan di Hotel Patra Jasa dalam rangka acara table manner yang diikuti oleh mahasiswa STIEPARI pada tanggal 17 Januari 2014. Lecture merupakan sebuah presentasi formal yang dilakukan oleh seorang ahli, terkadang diikuti oleh sesi tanya jawab. Didalam acara ini membahas mengenai etika makan yang benar dalam acara besar ataupun acara-acara penting lainnya. Didalam acara tersebut kita juga diajarkan menggunakan alat makan dan secara langsung dapat mempraktekkannya, serta didalamnya juga terdapat sesi tanya jawab. Tabel manner merupakan aturan tata cara di meja makan, termasuk menggunakan peralatannya.
tujuan adanya table manner adalah :
1. menambah pengetahuan mahasiswa mengenai tata cara makan yang baik dan benar.
2. mahasiswa lebih siap dalam menghadapi sebuah acara resmi yang didalamnya terdapat acara jamuan makan.
saya telah mingikuti dan menghadiri seminar yang bertema “SEMINAR NASIONAL PELUANG DAN TANTANGAN SEKTOR PARIWISATA DALAM MENGHADAPI MEA ”
-
-
Dalam seminar tersebut beberapa tokoh pariwisata membahas kesiapan insan pariwisata dalam menghadapi MEA.menurut salah seorang tokoh pariwisata yang mengisi seminar tersebut ,industri pariwisata menurutnya telah siap menghadapi MEA.industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang telah siap menghadapi MEA.dalam seminar tersebut saya mendapat banyak pemahaman dan pengetahuan tentang sektor pariwisata di indonesia.demikian yang dapat saya sampaikan.saya berharap industri pariwisata akan terus berkembang dengan seiringnya perkembangan jaman.
Seminar yang pernah saya ikuti adalah Seminar yang bertemakan Bahaya Narkoba dan pergaulan bebas bagi generasi muda, seminar ini diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 2013 (ketika saya masih smk) seminar ini di ikuti kurang lebih 100 murid dari SMK Bina Nusantara Ungaran, Dalam seminar ini membahas Bahaya Narkoba serta berbagai macam penyakit HIV aids. Dengan Pembicara dari tim BNN dan mahasiswa Udinus, Dalam seminar itu di ungkapkan kepada salah satu tim dari BNN bahwa generasi muda sekarang ini mudah terpengaruh dengan temannya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi generasi muda untuk mencoba Narkoba:
1. Pergaulan Bebas seprti minum minuman Keras , melakukan Fre Sex (seks Bebas) dimana gaya pacaran pada saat sekarang ini sangat memprihatinkan.
2. Kurangnya pengawasan dan bimbingan orang tua terhadap anak
3. Kurangnya Peran penting sekolah dalam memberi bimbingan Budi pekerti Terhadap siswanya
Dampak Negativ bagi pecandu Narkoba dapat menimbulkan berbagai macam penyakit HIV seperti: Jengger ayam,Raja singa, Gonore,sifilis dll cara mengatasi penyakit tesebut cukup mudah yaitu cukup dengan “Menghindari Sex bebas dan Jauhi Narkoba”
saya pernah mengikuti seminar yang bertemakan pergaulan anak muda jaman sekarang pada tanggal 10 oktober 2014 dengan pembicara gusti riki , nara sumber seluruh audience stiepari di kampus stiepari isi dari seminar ini menerangkan prtgaulan anak muda jaman sekarang yang sudah melewati batas yang akhirnya banyak siswa putus sekolah . yang perempuan kebanyakan hamil diluar nikah dan yang laki laki semakin liar seperti bertatto . maka dari itu banyak banyak gejala penyakit yang berbahaya dan masih belum ditemukan obatnya yaitu HIV AIDS . HIV AIDS banyak terjadi akibat gaya pacaran yang diluar awasan orang tua sehingga mereka dapat bebas melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan di usia dini . jadi kesimpulannya adalah remaja jaman sekarang ini banyak yang pergaulannya yang telah diluar batas sewajarnya yang seperti melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan diusia mereka karena masih mengingat umur mereka yang masih muda dan masih berstatus sebagai pelajar . dengan adanya seminar ini pesan saya bagi pelajar seluruh indonesia pacaran boleh namun ingat batasnya karena masa depan kita masih panjang gan & sist dan ingatlah hal yang menyenangkan bagi kita belum tau baik untuk kita yang kedepannya
Seminar yang pernah saya ikuti yaitu tentang Enterpreneur atau Wiraswasta.
Bertempat di salah satu gedung di Akademi Kepolisian Semarang, Narasumbernya Dahlan Iskan (Menteri BUMN era Presiden SBY), Seminar di ikuti oleh Ratusan Siswa/Siswi SMA/Sederajat.
Point-point Seminar Tersebut :
1. Kiat menjadi Enterpreneurship sukses
2. Mengalahkan rasa takut dalam memulai usaha
3. Pemilihan Bisnis yang berpeluang untuk berhasil
4. Mempelajari proses memulai usaha
Dari 14 jenis pertemuan/ konvensi yang telah disebutkan di atas, salah satu pertemuan/ konvensi yang pernah saya ikuti yaitu Seminar. Yang diadakan di Hotel Regina Pemalang pada tanggal 25 september 2015. Yang bertemakan ‘USAHA BARU’. Seminar ini dihadiri oleh berbagai kalangan.
Pembahasan dari seminar tersebut :
Seminar Usaha Baru ini diselenggarakan supaya masayarakat tertarik menggeluti dunia bisnis, berbagi informasi kepada audiens mengenai pentingnya berbisnis, bagaimana menjalankan bisnis dan bagaimana agar bisnis tersebut menjadi sukses.
Dalam seminar tersebut juga terdapat tanya jawab yang menjadikan aktifnya audiens, dan feedback antara audiens dengan pembicara.
Dari 14 pilihan diatas yang pernah saya ikuti adalah seminar
Seminar tersebut berjudul ” Narkoba dan peraturan berlalulintas “
Seminar tersebut membahas tentang bahaya narkoba bagi kesehatan khususnya pada kaum remaja yang menyalah gunakannya. Seminar dilaksanakan pada pagi hari diikuti oleh para pelajar SMK Bina Nusantara, dan dihadiri oleh bapak polres ungaran dan mahasiswa dari Udinus. pelaksanaannya di dalam Aula Sekolah. Seminar ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyadarakan dan memberikan penyuluhan bagi para remaja agar tidak mencoba dan memakai obat-obatan terlarang. Karena dapat merusak tubuh dan menimbukkan penyakit menular.
Selain itu juga membahas tentang Tata tertib berlalulintas dijalan. Seperti memakai helm, motor standart, tidak ugal-ugalan ketika dijalan raya, menaati peraturan rambu-rambu lalulintas dan harus punya SIM. Semua itu bertujuan untuk mengurangi kecelakaan yang banyak terjadi di jalan dan korbannya kebanyakan dari kalangan remaja maka dari itu kita harus berhati-hati dalam mengendarai sepeda motor. Pelaksanaan seminar berjalan dengan lancar.